Cara Mempercepat Kinerja Website

Cara Mempercepat Website LiteSpeed

Anda sudah punya blog dengan konten yang luar biasa, tapi jumlah pengunjung berhenti di angka segitu saja? Atau Anda sudah membuat toko online berisi produk berkualitas dengan harga terjangkau, tapi jumlah pembeli tidak kunjung bertambah?

Mungkin masalahnya terletak di kecepatan website Anda. Pengunjung blog Anda bisa jadi kabur karena loading blog Anda terlalu lama. Calon konsumen Anda mungkin tidak sabar menunggu loading lama foto produk di website toko online.

Website atau blog dengan loading lama sangat mungkin untuk ditinggalkan oleh pengunjung. Mereka bisa menemukan konten atau produk serupa di Google yang loading-nya lebih cepat dibanding blog atau website toko online milik Anda.

Demi menjawab kebutuhan pengunjung atau calon konsumen, blog atau website toko online Anda harus cepat loading-nya. Pentingnya kecepatan website sama sekali tidak bisa Anda remehkan setelah mengetahui lima fakta di bawah ini:

5 Alasan Website Harus Cepat

1. Pengunjung Ingin Website Loading dalam 2 Detik

Berdasarkan riset KissMetric, 47 persen pengunjung menginginkan loading website tidak lebih dari 2 detik. Website yang loadingnya di bawah 2 detik, lebih baik di mata pengunjung. Dengan begitu pengunjung bisa mendapatkan informasi atau melakukan transaksi lebih cepat.

2. Loading Lebih dari 3 Detik? Siap-Siap Ditinggal Pengunjung

Kebanyakan pengunjung ingin melakukan aktivitas mereka di internet dengan cepat. Pengguna internet tidak sabar untuk mendapatkan yang mereka inginkan, baik itu mendapatkan informasi maupun membeli produk.

Menurut laporan Google, website yang loadingnya 4 sampai 5 detik, kemungkinan bounce ratenya adalah 90 persen. Dan yang terparah adalah jika website Anda membutuhkan waktu loading hingga 10 detik, bounce ratenya bisa mencapai 123 persen.

3. Pengunjung Tidak Kembali ke Website yang Loading Lama

Mengunjungi website dengan loading lama adalah pengalaman buruk bagi kebanyakan orang. Jangan sampai orang-orang mendapatkan pengalaman buruk tersebut dari website Anda. Sekali pengunjung tahu kalau website Anda loading lama, kemungkinan besar mereka tidak akan kembali mengunjungi website Anda.

Berdasarkan riset KissMetric, 79 persen pengunjung tidak akan kembali mengunjungi website yang mereka anggap lama loading-nya. Selain itu, 44 persen di antaranya akan memberitahu orang lain mengenai loading lama di website yang mereka kunjungi.

4. Kecepatan Website Mempengaruhi Ranking Anda di Google

Untuk menentukan ranking di hasil pencarian, Google menggunakan berbagai faktor. Salah satu faktor utamanya adalah kecepatan loading website Anda. Semakin cepat loading website, semakin bagus nilai website Anda di penilaian Google. Dan faktor ini berlaku untuk hasil pencarian di desktop dan mobile.

5. Website Lebih Cepat, Konversi Lebih Tinggi

Jika mengelola website toko online, parameter bagus tidaknya penjualan Anda ditentukan dari tingkat konversi. Loading website yang lambat ternyata berpengaruh buruk terhadap tingkat konversi. Menurut riset KissMetric, setiap website Anda melambat 1 detik, tingkat konversi ikut turun sebanyak 7 persen.

Alasan Menggunakan LiteSpeed

Di WordPress sendiri tersedia banyak plugin untuk meningkatkan kecepatan website. Hal itu mungkin bisa membingungkan Anda untuk memilih plugin mana yang terbaik. Anda tidak perlu repot-repot mencoba plugin satu per satu karena plugin caching terbaik ada tepat di depan Anda, yaitu LiteSpeed WordPress Caching.

Mengapa LiteSpeed WordPress Caching adalah yang terbaik? Berikut alasan-alasannya:

1. Praktis dan Gratis

Instalasi LiteSpeed cukup mudah dan praktis seperti plugin-plugin lainnya. Anda bisa memasangnya melalui cPanel atau dasbor WordPress. Tidak perlu khawatir soal biaya karena LiteSpeed WordPress Cache tersedia secara gratis!

2. Terintegrasi Langsung dengan LSWS

Kelebihan plugin LiteSpeed dibanding plugin caching serupa adalah integrasinya dengan LiteSpeed Web Server. LiteSpeed Web Server merupakan web server tercepat saat ini. Hosting yang menggunakan LiteSpeed Web Server memiliki performa 6 kali lebih baik dibanding hosting yang menggunakan Apache.

Apakah layanan hosting yang Anda sudah menggunakan LiteSpeed Web Server? Jika Anda menyewa layanan hosting di Niagahoster, Anda sudah tidak perlu khawatir lagi mengenai kecepatan web server karena Niagahoster sejak tahun ini sudah menggunakan LiteSpeed Web Server.

LiteSpeed Cache bisa melakukan banyak hal yang tidak dapat dilakukan plugin cache WordPress lainnya karena terintegrasi langsung dengan LiteSpeed Web Server.

LiteSpeed Cache dapat mengingat entry cache yang tidak dapat dilakukan plugin lain serta menggunakan tag untuk mengelola pembersihan cache dengan tepat. Tak hanya itu, LiteSpeed Cache juga bisa menggunakan beragam cookie untuk menyajikan berbagai versi konten yang di cache berdasar hal-hal seperti seluler vs desktop, lokasi geografis, bahkan mata uang.

Perbandingan LiteSpeed Cache vs Plugin Optimasi WordPress Lain

Cara Mempercepat Kinerja Website
LiteSpeed Perbandingan

3. Hasil Benchmark Terbaik Dibanding Plugin Lain

Cara Mempercepat Kinerja Website
Hasil Benchmark Terbaik Dibanding Plugin Lain

Di poin sebelumnya sudah saya jelaskan, performa website Anda bisa meningkat pesat dengan dukungan LiteSpeed Web Server dan LiteSpeed WordPress Cache. Di bawah ini Anda bisa melihat chart perbandingan kombinasi performa web server dan plugin cache.

Hasilnya, kombinasi LiteSpeed Web Server dan LiteSpeed WordPress Cache menunjukkan performa terbaik dibanding kombinasi lainnya. Kombinasi LSWS dan LSWC memungkinkan website Anda untuk menerima 5.200 page request per detik.

4. Kompatibel dengan Plugin Lain

Kompatibel atau tidak dengan plugin lain juga perlu Anda perhatikan. Sebab jika plugin caching yang Anda gunakan tidak kompatibel dengan plugin lain, bisa menurunkan kinerja website Anda.

LiteSpeed sudah memastikan, plugin buatannya sudah kompatibel dengan plugin-plugin WordPress populer. Beberapa di antaranya adalah WooCommerce, Contact Form 7, Google XML Sitemaps, Yoast SEO, Wordfence Security, WPML, NextGen Gallery, Autoptimize, Ninja Forms, dan masih banyak lagi.

5. Sudah Dipercaya 400rb Pengguna

Kualitas kinerja LiteSpeed bukanlah isapan jempol semata. Dilansir dari laman resmi LiteSpeed, plugin cache ini sudah diunduh dan diinstall oleh lebih dari 400 ribu pengguna. Rating plugin di laman resmi WordPress pun menunjukkan kinerja positif. Dari 362 review di WordPress, sebanyak 342 pengguna memberikan lima bintang. Artinya plugin ini memang merupakan plugin terbaik di kelasnya.

Fitur LiteSpeed WordPress Cache

Fitur utama LiteSpeed WordPress Cache adalah untuk optimasi waktu loading website. Berikut adalah fitur-fitur yang ditawarkan LiteSpeed WordPress Cache:

1. Server Level Full-Page

LiteSpeed WordPress Cache langsung terintegrasi dengan LiteSpeed Web Server sehingga lebih cepat untuk menampilkan laman website yang sudah tersimpan di web server.

2. Image Optimization

LSWC juga menyediakan fitur untuk mengecilkan ukuran/size gambar di website sehingga laman website bisa tampil lebih cepat.

3. Crawler

Plugin ini juga berfungsi untuk mengecek setiap laman website yang sudah kedaluwarsa cache-nya dan melakukan refresh.

4. Lazy Load image

Dengan adanya fitur Lazy Load Image, gambar-gambar di website Anda akan tampil lebih cepat.

5. Browser Cache Support

Plugin LiteSpeed WordPress Cache juga memungkinkan website untuk menampilkan konten statis di perangkat pengguna.

Selain lima fitur di atas LiteSpeed WordPress Cache juga menawarkan berbagai fitur unggulan lainnya yang memungkinkan kecepatan website Anda semakin optimal.

Sumber


Cara Install LiteSpeed


 

Leave a Reply