Cara Mengkonsumsi Zinc Sulphate

Cara Mengkonsumsi Zinc Sulphate – Zinc merupakan salah satu mineral yang berperan penting untuk pertumbuhan, perkembangan, dan juga untuk menjaga kesehatan jaringan tubuh. Mineral Zinc banyak terdapat pada daging sapi, daging ayam, dan kacang-kacangan.

(Image by: Alodokter.com)

Zinc memiliki manfaat untuk membantu penyembuhan luka, membantu pertumbuhan sel dan membantu sintesis DNA, memperkuat sistem kekebalan tubuh atau imun tubuh, serta berperan penting dalam tumbuh kembang anak.

Pemberian atau mengkonsumsi suplemen zinc hanya dianjurkan atau disarankan bagi orang-orang yang kekurangan mineral zinc ini. Seseorang yang mengalami masalah pada saluran pencernaan, bulimia, anoreksia,  dan diare lebih berisiko mengalami defisiensi zinc.

Berikut ini adalah merek dagang zinc sulphate: Daryazinc, Holizinc, Interzinc, Lecozinc,  Pedizinc, Zidiar, Zinkid, Zinc sulfate monohydrate, Zipha, dan Zincpro.

Pengertian Zinc Sulphate

Golongan Mineral
Kategori Obat bebas dan obat resep
Manfaat Mengobati defisiensi zinc.
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak
Bentuk obat Tablet, Sirup
Zinc Sulphate untuk ibu hamil dan menyusui Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. Zinc sulphate dapat terserap ke dalam ASI, sehingga menyebabkan kekurangan tembaga pada bayi. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan suplemen ini tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.

Peringatan Sebelum Mengkonsumsi Zinc Sulphate:

  • Jangan mengonsumsi zinc sulphate jika Anda memiliki riwayat alergi dengan obat ini.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menuyusui, atau merencanakan kehamilan, sebelum menggunakan zinc sulphate.
  • Jangan mengonsumsi suplemen zinc sulphate melebihi dosis atau durasi yang disarankan oleh dokter.
  • Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter apabila ingin memberikan suplemen zinc sulphate kepada anak-anak.
  • Beri tahu dokter jika Anda mengalami gangguan ginjal atau memiliki kadar tembaga yang rendah dalam darah.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi suplemen lain, obat-obatan tertentu, dan bahan herba.
  • Jika terjadi reaksi alergi obat atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis dan Aturan Pakai Zinc Sulphate

Suplemen zinc biasanya tersedia dalam bentuk tablet dan sirop. Berikut adalah pembagian dosis zinc berdasarkan tujuan penggunaannya:

Untuk mengatasi defisiensi zinc


Dosis suplemen zinc untuk mengatasi defisiensi zinc adalah:

  • Dewasa: Untuk sediaan tablet, dosis 50 mg per hari. Untuk sediaan sirop, dosis 10-20 mg sekali sehari.
  • Anak usia 9-13 tahun: Sediaan sirop, dosis 10-20 mg sekali sehari.
  • Anak-anak usia 4-8 tahun: Sediaan sirop, 10 mg sekali sehari.
  • Anak-anak usia 1-3 tahun: Sediaan sirop, 5 mg sekali sehari.

Untuk mengatasi diare akut


Berikut adalah dosis zinc untuk mengatasi diare akut:

  • Dewasa: 10-20 mg sekali sehari. Durasi pengobatan 10-14 hari.
  • Anak-anak usia  6 bulan: 20 mg per hari. Durasi pengobatan 10-14 hari.
  • Anak-anak usia <6 bulan: 10 mg per hari. Durasi pengobatan 10-14 hari.

Kebutuhan Normal Harian Zinc

Angka kecukupan gizi (AKG) untuk zinc tergantung pada usia dan kondisi masing-masing orang. Berikut ini adalah AKG zinc berdasarkan usia:

Pria dewasa
11 mg/hari, maksimal 34 mg/hari.

Wanita dewasa
9 mg/hari, maksimal 34 mg/hari.

Wanita hamil
11 mg/hari, maksimal 40 mg/hari.

Wanita menyusui
12 mg/hari, maksimal 40 mg/hari.

Anak-anak dan bayi

  • Anak laki-laki usia 14-18 tahun: 11 mg/hari, maksimal 34 mg/hari.
  • Anak perempuan usia 14-18 tahun: 9 mg/hari, maksimal 34 mg/hari.
  • Usia 9-13 tahun: 8 mg/hari, maksimal 23 mg/hari.
  • Usia 4-8 tahun: 5 mg/hari, maksimal 12 mg/
  • Usia 1-3 tahun: 3 mg/hari, maksimal 7 mg/
  • Usia 7-12 bulan: 3 mg/hari, maksimal 5 mg/hari.
  • Usia 0-6 bulan: 2 mg/hari, maksimal 4 mg/hari.

Cara MenggunakaZinc Sulphate dengan Benar

Suplemen zinc dikonsumsi untuk melengkapi kebutuhan tubuh akan mineral tersebut, terutama saat asupan zinc tidak cukup, tubuh membutuhkan lebih banyak asupan zinc, atau menderita kondisi tertentu.

Suplemen hanya digunakan sebagai pelengkap kebutuhan nutrisi tubuh, bukan sebagai pengganti nutrisi dari makanan.

Gunakanlah suplemen zinc sulphate sesuai keterangan pada kemasan. Jika ragu, tanyakan kepada dokter.

Minum tablet zinc sulphate 1-2 jam sesudah makan. Bila menyebabkan rasa mual, konsumsi zinc sulphate pada waktu makan. Jangan menghancurkan atau mengunyah obat dan konsumsi dengan bantuan segelas air.

Hindari mengonsumsi makanan tinggi kalsium atau fosfor, seperti sereal, gandum, kacang-kacangan, selai kacang, minuman bersoda, minuman cokelat panas, yogurt, es krim, atau susu, selama 1-2 jam sesudah mengonsumsi zinc sulphate karena bisa menghambat penyerapan zinc.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi suplemen zinc sulphate, disarankan untuk segera melakukannya begitu ingat dan jika jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya belum terlalu dekat. Jika jeda waktunya sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Pasien dianjurkan untuk kontrol rutin ke dokter selama mengonsumsi suplemen zinc, agar dokter bisa memantau perkembangan kondisi pasien serta menilai efektivitas suplemen ini.

Efek Samping Menggunakan Zinc Sulphate

Jika digunakan sesuai dengan takaran yang direkomendasikan, zinc sulphate jarang menyebabkan efek samping. Namun, pada kondisi tertentu, bisa saja muncul efek samping berikut:

  • Sakit perut
  • Mual
  • Rasa panas di dada (Heartburn)
  • Muntah
  • Diare
  • Sakit kepala
  • Pusing

Jika Anda mengalami keluhan di atas atau mengalami reaksi alergi obat, seperti ruam kemerahan, pembengkakan pada wajah, dan bibir, serta kesulitan bernapas, segeralah ke dokter atau IGD untuk mendapatkan penanganan.

Itulah pembahasan secara detail dan lengkap mengenai Cara Mengkonsumsi Zinc Sulphate.

Ditinjau oleh: dr. Merry Dame Cristy Pane
Jurowski, et al. (2014). Biological Consequences of Zinc Deficiency in the Pathomechanisms of Selected Diseases. J Biol Inorg Chem., 19, pp. 1069–1079.
Skrovanek, et al. (2014). Zinc and Gastrointestinal Disease. World J Gastrointest Pathophysiol. 5(4), pp. 496–513.
Badan Pengawah Obat dan Makanan RI (2017). Cek Produk BPOM. Zinc Sulphate.
Better Health. Victoria State Goverment. Vitamin and Mineral Supplements.
National Institute of Health (2019). MedlinePlus. Zinc in Diet.
West, H. Healthline (2018). The 10 Best Foods That Are High in Zinc.
Multum, C. Drugs (2018). Zinc Sulfate Capsules and Tablets.
MIMS Indonesia. Zinc Sulfate.
Allen, H. Patient (2015). Zinc Sulfate Tablets.
WebMD. Zinc.
WebMD. Zinc Sulfate.

Leave a Reply