Waspadai Skema Ponzi: Ini Tips Hindari Investasi Bodong!

Waspadai Skema Ponzi: Ini Tips Hindari Investasi Bodong! – Ketika berinvestasi, setiap orang tentunya mengharapkan imbal hasil yang melimpah. Namun hati-hati, jangan gelap mata, pelajari dulu bentuk-bentuk investasi agar tidak terjerat skema ponzi. Apa itu skema ponzi?

Mengenal skema ponzi

Dilansir OJK, skema ponzi merupakan bentuk modus investasi palsu, dimana keuntungan yang dibayarkan ke investor adalah dari uang mereka sendiri, atau uang yang dibayarkan oleh investor berikutnya.

Sederhananya, skema ponzi ini memutar uang dari masing-masing anggotanya kepada investor lama. Investasi ini mengandalkan suntikan modal investor baru untuk mendanai investor lama.

Jika perputaran ini mandek, tidak ada investor baru yang “nombokin” investor lama, skema ponzi itu pun kolaps.

Bentuk investasi bodong dengan skema ponzi

Skema ponzi berbentuk investasi bodong banyak macamnya. Ada yang berbentuk money game, atau menggunakan embel-embel trading, kripto, arisan, titip uang, dan sebagainya.

Investasi bodong ini kerap memakan korban karena masih banyak orang yang tergiur easy money. Padahal, di dunia ini gak ada yang instan. Mau makan mie instan saja perlu dimasak dulu, ya kan?

Nah, agar tidak tergiur dengan investasi bodong seperti skema ponzi, apa yang perlu dilakukan?

1. Coba pahami setiap instrumen investasi

Ada pepatah, “tak kenal maka tak sayang”. Ini juga berlaku saat berinvestasi. Kalau kamu tidak mengenali instrumen investasi yang ditawarkan, mulailah berhati-hati..

Bayangkan, kamu sudah susah-susah bekerja mengumpulkan uang, tiba-tiba langsung percaya dengan orang-orang yang menawarkan investasi “titip duit”. Bukannya untung, malah buntung!

2. Investasi jangan ikut-ikutan

Masih banyak orang-orang yang merasa FOMO dan ikut-ikutan dalam berinvestasi. Padahal mereka belum mengerti risiko dari setiap instrumen investasi.

Ada teman yang berhasil dapat cuan dari kripto dan trading, kamu ikut-ikutan. Ada yang menawarkan profit berlipat dalam jangka waktu singkat, kamu sikat.

Pahami lebih dulu setiap instrumen investasi. Jika sudah paham baru kamu bisa ikut masuk. Ini akan menghindarkan kamu dari investasi pepesan kosong karena kamu sudah paham bahwa model investasi yang aneh-aneh merupakan ciri penipuan.

3. Jangan mudah tergiur oleh profit yang too good to be true

Salah satu cara penipu untuk menggaet korban adalah menawarkan investasi dengan profit besar dalam jangka waktu singkat. Contohnya, setor uang Rp500.000, terus dalam 10 hari menjadi Rp700.000. Setor Rp800.000 menjadi Rp1.200.000, dan seterusnya.

Mereka berdalih bahwa uang tersebut akan diputarkan dengan cara trading, dan diinvestasikan ke usaha lain.

Padahal, coba deh dipikir baik-baik, kalau investasi seperti itu memang benar adanya, harusnya rakyat Indonesia pada kaya-kaya dong, ya? Hati-hati jika ada yang menawarkan profit yang too good to be true. Bisa jadi cuma tipu-tipu!

4. Investasi tersebut sudah terdaftar dan diawasi oleh negara

Cara termudah untuk melihat suatu investasi aman atau tidak adalah dengan melihat apakah perusahaan yang menaungi investasi tersebut sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) atau belum.

Jika ada orang yang menawarkan investasi, tetapi tidak terdaftar dalam OJK atau Bappebti, hati-hati ya. Bisa jadi termasuk investasi bodong.

Ketika akan berinvestasi, kamu harus jeli dan mampu berpikir kritis. Tidak langsung mempercayai investasi yang aneh-aneh seperti skema ponzi berkedok investasi tersebut. Proceed with caution!

Itulah tadi penjelasan secara rinci mengenai Waspadai Skema Ponzi: Ini Tips Hindari Investasi Bodong!.

2 Comments

  1. Wah saya belajar banyak hal disini terkait investasi. Terimakasih min atas informasinya dan penjelasannya serta sudah berbagi ilmu melalui artikel ini.

  2. Wah saya belajar banyak hal disini terkait investasi bodong. Terimakasih min atas informasinya dan penjelasannya serta sudah berbagi ilmu melalui artikel ini.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.